Upacara/Ritus - Perkawinan Suku Balantak

Tahun
2013
Nomor. Registrasi
2013004116
Domain
Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan
Provinsi
Sulawesi Tengah
Responsive image
Monsara no Ana Wiwin Nono (penyelidikan diam-diam); tahap ini dilaksanakan setelah orang tua pria hendak menikahkan anaknya, maka sebelum meminang diutus salah satu anggota keluarga yang tinggal berdekatan dengan gadis yang menjadi pilihan untuk bertamu kerumah si gadis dengan maksud untuk melihat dari dekat sikap dan prilaku gadis yang akan dilamar dan berusaha untuk dapat menyampaikan kepada sigadis maksud baik kunjungannya untuk menjodohkannya dengan seseorang dari keluarganya dan mengharapkan jawaban dari si gadis. Membantilkon ( memberitahu).Setelah orang tua pria menerima laporan dari utusan tersebut, dilanjutkan dengan mengutus salah satu keluarga untuk menyampaikan rencana selanjutnya kepada orang tua si gadis.Momaase (meminang) Pinangan dilakukan oleh keluarga pria yang terdiri dari beberapa orang tua dari keluarga pria dengan membawa bahan-bahan pinangan ke rumah orang tua si gadis. Bahan pinangan ditempatkan pada sebuah kandi berisi sirih,pinang, kapur sirih dan gambir, selain itu sebuah bungkusan yang berisi uang. Jumlah uang dalam bungkusan sesuai dengan kemampuan keluarga pria, misalnya jumlah uang dalam bungkusan Rp 500, berarti kesanggupan orang tua pria Rp. 500.000 atau jika Rp.1000 berarti kesanggupannya satu juta rupiah. Tolo nondong logo ion kodo apanganon ( mencari kepastian hasil pinangan). Pada hari ketiga setelah acara pinangan, pada malam yang sudah dinanti-nantikan tersebut kedua belah pihak berkumpul, terutama mereka yang dianggap mampu dan dianggap cakap dan mengerti seluk beluk adat istiadat dan syariat agama menjadi pembicara dari pihak wanita dan juga dari pihak pria. Mereka diutus untuk menyampaikan atau menetapkan hal-hal yang menjadi beban pihak pria dan lain sebagainya sesuai hukum adat dan syariat agama. Upacara perkawinan adat yang diselenggarakan yang diatur oleh tua-tua adat meliputi: - Upacara membawa tanda lamaran dari pihak pria kepada pihak wanita. - - Upacara perkenalan calon mempelai dengan keluarga dan kerabat. - - Upacara peresmian mengikat tali pertunangan kedua calon mempelai - - Upacara melepas dan mengantar dan menjemput mempelai dan menerima atau menyambut mempelai. - - Upacara pelaksanaan perkawinan menurut kaidah agama dilanjutkan dengan upacara adat. - Pesta makan bersama antar kedua belah pihak keluarga dan undangan. - Monsasayoi yaitu kunjungan keluarga kedua mempelai ketempat orang tua

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2013

Pelaku Pencatatan

?

Desa Tongkonunuk Kec. Pagimana

?

?

Pelapor Karya Budaya

Lily E N Saud

BPSNT Manado. Jl. Katamso Bumi Beringin Lingk. V

(0431) 864926

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2013
Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2013
   Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2013

© 2018 Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya


Kontak kami

  • Alamat
    Komplek Kemdikbud Gedung E Lt 10,
    Jln. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270.
  • Email: kemdikbud.wbtb@gmail.com
  • Telp: (021) 5725047, 5725564
  • Fax: (021) 5725047