Bongkel Banyumas

Tahun
2016
Nomor. Registrasi
2016006685
Domain
Seni Pertunjukan
Provinsi
Jawa Tengah
Responsive image
Bongkel merupakan salah satu alat musik tradisional daerah Banyumas berbahan bambu. Bongkel banyak dijumpai di Desa Gerduren, memiliki bentuk mirip dengan angklung Sunda ataupun gandalia. Perbedaan bongkel dengan alat musik tersebut terletak pada ukuran bongkel yang lebih kecil, serta dimainkan dengan gong bumbung (bambu besar yang ditiup) serta kendang. Musik bongkel awalnya digunakan untuk menghibur para petani saat menunggu musim panen tiba. Selain itu, suara yang ditimbulkan alat musik tersebut ditujukan untuk mengusir burung yang memakan bulir padi. Bunyi yang ditimbulkan dari alat musik Bongkel juga ditujukan untuk mengusir binatang perusak tanaman dan hama pemangsa lainnya, seperti babi hutan, beruk dll. Seiring berjalannya waktu, bongkel kemudian berkembang menjadi seni pertunjukkan yang dipentaskan pada momen-momen tertentu. Bongkel biasanya digelar pada acara pernikahan, syukuran dll. Para petani pada awalnya mengenalkan alat musik itu untuk menghibur diri menjelang musim panen tiba. Secara turun-temurun musik tersebut dibawakan oleh para petani. Alat musik ini sangat sulit untuk dimainkan, sehingga tidak banyak orang yang bisa memainkannya saat ini. Partitur lagu yang dimainkan dalam seni musik tradisional ini juga masih sangat sedikit. Satu instrumen biasanya tersusun dengan empat bilah berlaras slendro dengan nada 2 (ro), 3 (lu), 5 (ma), dan 6 (nem). lagu-lagu yang dimainkan dengan aalat musik bongkel antara lain ?Rabi-Rabi Randa?, ?Tole-tole?, ?Isuk-isuk? ?Jaran Kepang?, ?Kulu-kulu?, dan lagu-lagu berlaras slendro lain. Bongkel menjadi bagian dari budaya masyarakat agraris di pedesaan wilayah Banyumasan. Tercitanya alat musik Bongkel diinspirasi dari alat pertanian yang dinamakan panja kenclung, yaitu alat untuk melubangi tanah untuk menanam benih padi atau palawija di lahan kering. Panja kenclung kemudian dimodifikasi petani sehingga tercipta alat musik Bongkel. Nama Bongkel sendiri merupakan onomatope dari kata Bong dan Kel. Kata Bong merujuk pada bunyi rendah instrumen tersebut (bass) sedangkan kata kel merupakan singkatan kata kelu yang merujuk pada bunyi tinggi (soprano) rangkaian bambu kenclung dalam alat musik bongkel.

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2016

Pelaku Pencatatan

?

?

?

?

Pelapor Karya Budaya

Indra Fibiona, SS.

Jl. Brigjen Katamso 139, Yogyakarta

(0274) 373241 / (0274) 381555 / 085647507523

indrafibiona@yahoo.com

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2016
Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2016
   Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2016

© 2018 Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya


Kontak kami

  • Alamat
    Komplek Kemdikbud Gedung E Lt 10,
    Jln. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270.
  • Email: kemdikbud.wbtb@gmail.com
  • Telp: (021) 5725047, 5725564
  • Fax: (021) 5725047