Talempong Pacik

Tahun
2016
Nomor. Registrasi
2016007020
Domain
Seni Pertunjukan
Provinsi
Sumatra Barat
Responsive image

TALEMPONG PACIK

Talempong adalah sebuah alat musik pukul khas Minangkabau. Talempong terbuat dari campuran tembaga atau kuningan. Talempong dari jenis kuningan lebih banyak digunakan. Talempong akan berbunyi jika dipukul oleh sepasang kayu.

Talempong termasuk ke dalam klasifikasi alat pukul (idiophone), berbentuk gong dalam ukuran kecil dengan diameter 14 sampai 16,5 cm, pada bagian bawahnya berlubang sedangkan pada bagian atasnya terdapat bundaran yang menonjol berdiameter 5 cm sebagai tempat untuk dipukul.

Disebut Talempong Pacik (pegang), karena dalam memainkannya alat musik ini memang dipegang. Jumlah alat musik/instrumennya terdiri dari lima sampai enam buah talempong yangdimainkan oleh tiga orang, satu orang memainkan satu buah Pupuik (sejenis alat tiup) dan satu orang memainkan sebuah Gandang (Gendang). Dalam bahasa lain yang identik (Minangkabau) yaitu bunyi Limo Salabuan atau bunyi Onam Salabuan Talempong pada umumnya dimainkan oleh tiga orang, sedangkan Pupuik dan Gandang masing-masing oleh satu orang pemain.

Adapun repertoar yang dimiliki Talempong Pacik cukup banyak dengan spesifikasi yang tidak sama di tiap-tiap daerah, namun demikian secara konseptual musikal, antara satu daerah dengan daerah lain adalah sama yaitu mempunyai sistim permainan dengan teknik interlocking (pola permainan antara pola dasar dengan pola pecahan, terdapat motif saling mengisi). Pola ritme yang demikian dalam istilah etnis disebut interlocking.

Ada tiga jenis unit Talempok Pacik; pertama Talempong Jantan, kedua Talempong Betina, ketiga Talempong Pengawin. Unit Talempong Jantan Terdiri dari dua buah telampong yang menggabungkan nada paling rendah dan paling tinggi, atau talempong dengan nada pertama dan nada keenam atau ketujuh. Unit talempong jantan yang hanya memakai satu nada saja yaitu nada keenam atau ketujuh. Jumlah talempong yang dipakai pada unit talempong jantan disesuaikan dengan kondisi atau aspek kebutuhan komposisi musiknya. Unit talempong betina terdiri dari dua buah talempong, nada  talempong yang dipakai tidak selalu tetap, atau selalu berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan lagunya. Kadang-kadang digunakan talempong dengan nada kedua dan keempat ada kalanya juga digunakan nada ketiga yang digabungkan dengan nada kelima. Unit talempong pangawin adalah talempong yang disebut dengan talempong paningkah /pengawin. Permainan pola melodi yang digunakan adalah pengawinan pola melodi yang telah digunakan oleh unit talempong jantan dan unit talempong batino. Permainan unit talempong pangawin adalah saling mengait atau saling mengisi terhadap melodi untuk talempong jantan yang saling mengait atau mengisi terhadap motif yang dimainkan oleh unit talempong batino. Dalam permainannya biasanya tidak ada yang saling bertabrakan secera parallel tapi saing bermain kait berkait (interlocking). Ciri khas inilah yang menjadi cir khas komposisi musik talempong Minangkabau.

Talempong Pacik sebagai alat musik kultural dalam kehidupan masyarakat dapat berfungsi dalam berbagai kegiatan seperti dalam adat perkawinan, penyambutan tamu dalam upacara tertentu, pertunjukan randai dan lain sebagainya. Talempong Pacik dipakai dalam bentuk musik hidup (life music) sebagai musik iringan Tari Gelombang-dalam penyambutan atau pembukaan upacara tertentu, seperti upacara Batagak Penghulu. Dalam hal penyajian tari gelombang sebagai bagian acara menyambut tamu, talempong dimainkan sebagai musik pengiring tari.

Talempong Pacik merupakan seni musik tradisional Minangkabau yang berkembang di seluruh saentro Sumatera Barat kecuali Mentawai. Talempong pacik sebagai musik tradisional  Minangkabau,  sampai  saat  sekarang masih tetap bertahan dibeberapa tempat. Dalam kata lain, masih dominan jika dibandingkan dengan beberapa kesenian tradisional yang lain. Namun akhir-akhir ini talempong pacik dirasakan seakan–akan kurang  mempunyai daya tarik lagi oleh beberapa generasi muda. Hal ini lah yang menjadi fokus dan tantangan para seniman di daerah agar kesenian ini tetap bertahan dan punah. Beberapa daerah di Sumatera Barat yang memiliki kesenian talempong yang tidak asing lagi antara lain adalah: Talempong Koto Anau (Kab. Solok), Talempong Padang Magek (Kab. Tanah Datar), Talempong Unggan (Kab. Sijunjung), Talempong Talang Maua (Kota Payakumbuh dan Kab. Limapuluh Kota), Talempong Jao (Kab. Tanah datar), Talempong Kapak Lasuang (Kab. Padang Pariaman) dan lain sebagainya.


Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2016

Pelaku Pencatatan

Aprimas

Sijunjung

0

0

Pelapor Karya Budaya

Shinta Desmayenti

Jl. Air Camar II No. 4 Kel. Parak Gadang Timur

081363266969

nta.adiva.derasha@gmail.com

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2016
Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2016
   Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2016

© 2018 Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya


Kontak kami

  • Alamat
    Komplek Kemdikbud Gedung E Lt 10,
    Jln. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270.
  • Email: kemdikbud.wbtb@gmail.com
  • Telp: (021) 5725047, 5725564
  • Fax: (021) 5725047