Adat Timbang Kepala Kebo

Tahun
2018
Nomor Registrasi
201800613
Domain
Adat Istiadat Masyarakat, Ritus, dan Perayaan-Perayaan
Provinsi
Sumatra Selatan
Responsive image
Adat Timbang Kepala Kebo (Kerbau) dikenal di Pangkalan Balai Ibukota Kabupaten Banyuasin dan sekitarnya. Adat ini sudah bertahan puluhan tahun bahkan ratusan tahun lalu dari nenek moyang penduduk asli Banyuasin, yaitu adat menimbang kepala kerbau yang sudah disembelih dengan pasangan pengantin dalam sebuah acara yang digelar di kampung kampung. Adat ini dilakukan karena orang tua pengantin dahulu ketika anaknya masih kecil mempunyai nazar (janji kepada Allah yang wajib dibayar) atau dalam bahasa Banyuasin disebut Sangi. Sangi biasanya diucapkan pada saat anaknya masih kecil. Orang tuanya berjanji akan menyembelih kebo (kerbau) dan kepalanya akan ditimbang dengan anaknya pada saat si anak sudah mendapatkan jodoh nanti. Sangi, muncul dari hati biasanya karena orang tua sulit mendapat anak. Saat belum punya anak itulah dia bermohon kepada Allah Yang Maha Kuasa, jika nanti dia dikaruniai keturunan akan melakukan Adat Timbang Kepala Kebo.

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2018

Komunitas Karya Budaya

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2018

Maestro Karya Budaya

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2018
   Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2018

© 2018 Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya


Kontak kami

  • Alamat
    Komplek Kemdikbud Gedung E Lt 10,
    Jln. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270.
  • Email: kemdikbud.wbtb@gmail.com
  • Telp: (021) 5725047, 5725564
  • Fax: (021) 5725047