Nasi Ulam Betawi

Tahun
2018
Nomor Registrasi
201800674
Domain
Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional
Provinsi
DKI Jakarta
Responsive image
Nasi Ulam adalah hidangan nasi yang dicampur dengan berbagai bumbu dan rempah, khususnya daun pegagan atau terkadang diganti dengan daun kemangi. Disajikan bersama sayuran, berbagai bumbu, juga disertai dengan berbagai macam lauk pauk. Nasi ulam merupakan perpaduan kuliner dari beberapa budaya. Nasi ulam mengunggulkan citarasa gurih yang berasal dari racikan semacam serundeng dari kelapa parut yang disebut “ulam” oleh masyarakat Betawi. Saat diaduk oleh nasi putih panas, citarasa gurih dan agak pedas ulam akan larut dan membaur. Penggunaan ebi, seperti pada beberapa kuliner Betawi lain, menjadi salah satu ciri pengaruh bahan kuliner Cina. Ada yang bilang, nasi ulam adalah salah satu sajian Betawi Peranakan Cina. Ada dua jenis nasi ulam, basah dan kering. Nasi ulam basah disajikan dengan disiram kuah semur tahu kentang. Bararti ada pengaruh Eropa dalam sajian ini. Lauk wajibnya bihun goreng, telur dadar, cumi asin goreng, serta taburan kacang tanah dan daun kemangi. Nasi ulam yang kering hanya terdiri atas nasi, ulam, mentimun, kemangi, sambal kacang, dan emping goreng. Namun rasanya tetap gurih. Ada nasi ulam kering yang disajikan dengan tambahan taburan kacang hijau mentah yang direndam semalaman sebagai ulam. Lauk tambahannya bisa telur balado, semur, empal goreng, dendeng, perkedel, tempe goreng, bahkan pesmol ikan kembung. Nasi ulam umumnya disajikan untuk sarapan pagi yang padat gizi karena praktis dan lauknya yang beragam. Masyarakat Betawi biasa membuat ulam dalam porsi banyak untuk disimpan dan disantap sewaktu-waktu. Didaerah kampung melayu dan sekitar Jakarta Timur nasi ulam biasa disajikan dalam acara hajatan. Bahan Nasi : 1. 2 lbr Daun Salam 2. 2 cm Lengkuas 3. 750 gram Beras Putih 4. Garam secukupnya 5. 1 Liter Air 6. 2 btg Serai, memarkan Bahan Serundeng : 1. 1 1/4 butir kelapa yang agak muda, Parut dan sangrai sampai mengering 2. 2 sdt Ketumbar 3. 1/2 sdt Jintan 4. 4 bh Cabai Merah 5. 7 btr Bawang Merah 6. 2 btr Bawang Putih 7. 2 btg Serai, memarkan 8. 1 1/2 sdt Gula Jawa 9. Garam secukupnya 10. Minyak Goreng secukupnya Cara Membuat : Nasi : 1. Cuci 750 gram beras putih sampai bersih dan tiriskan 2. Panaskan panci yang telah berisi 1 Liter air, lalu masukkan beras dan tambahkan daun pandan, lengkuas, daun salam, serai, jahe dan garam. Masak sampai nassi setengah matang, angkat dan sisihkan. 3. Setelah itu, kukus kembali nasi setengah matang selama kurang lebih 30 - 45 menit sampai nasi matang sempurna. 4. Kipasi dan aduk secara terus-menerus nasi ulam yang masih panas agar nasi menjadi pulen. Serundeng : Tumbuk bawang merah, serai, terasi, cabai, jinten, dan ketumbar menjadi satu 2. Panaskan 2 sdm minyak goreng ke dalam wajan yang sudah dipanaskan lalu masukkan bbumbu yang sudah dihaluskan tadi dan tumis hingga baunya mulai harum. jangan lupa untuk menbahkan gula putih dan garam pada proses penumisan. 3. Tambahkan kelapa parut yang sudah di sangarai. Tumis kembali dengan bumbu sampai semua adonan kelapa dan minyak tercampur rata. Tumis hingga kelapa mengering. Sajikan dengan meletakkan nasi ulam diatas piring saji yang sudah kamu persiapkan, lalu taburkan serundeng di atasnya. Naah, untuk pelengkap, kamu bisa menambahkan mentimun, daun bawang, tauge, atau kemangi untuk mengeluarkan rasa khas nasi ulam.

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2018

Komunitas Karya Budaya

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2018

Maestro Karya Budaya

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2018
   Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2018

© 2018 Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya


Kontak kami

  • Alamat
    Komplek Kemdikbud Gedung E Lt 10,
    Jln. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270.
  • Email: kemdikbud.wbtb@gmail.com
  • Telp: (021) 5725047, 5725564
  • Fax: (021) 5725047