Pencatatan

Tenun Ikat Ilioi

Responsive image
Kain Tenun Ikat Lioi merupakan kain tenun dari wilayah Nusa Tenggara Timur. Ragam hias kain tenun INI diilhami oleh Kain Patola India berupa motif ceplok seperti jelamprang pada kain batik. Selain motif ceplok, kain dari Lioi ini juga dihiasi dengan motif daun, dahan, dan ranting. Kain Patola diperkenalkan oleh para pedagang dari Portugis, yang pada abad keenam belas mengadakan perdagangan dan pertukaran kain patola dengan rempah-rempah dari nusantara bagian timur, termasuk di Flores. Kain tenun Ikat Lioi dengan motif patola mempunyai nilai tinggi. Oleh karena itu, daerah-daerah tenun di wilayah Nusa Tenggara Timur memiliki motif-motif patola yang diperuntukkan khusus bagi kalangan raja-raja, pejabat, dan tokoh adat yang jumlahnya terbatas. Kain tenun Lio dengan ragam hias patola ini juga hanya dipergunakan di kalangan keluarga kepala adat atau pendiri kampung yang disebut musalaki. Bahkan kain ini dianggap sangat istimewa hingga ikut dikuburkan bersama jenazah seorang bangsawan atau raja. Selain itu kain patola dari Lioi yang panjangnya sampai empat meter, yang disebut katipa, digunakan sebagai penutup jenazah. Menurut P. Sareng Orinbao dalam bukunya Seni Tenun Suatu Segi Keburinycum Orang Flores, kata katipa sendiri mempunyai arti yang sama dengan patola, karena berasal dari lafal penyebutan tipa tola. Ciri khas motif tenun Lio yang lain adalah ukurannya kecil dengan bentuk geometris, manusia, biawak, dan lain-lain, yang disusun membentuk jalur-jalur kecil berwarna merah atau biru di atas dasar warna gelap. Kain tenun Lio ini juga diberi hiasan tambahan atau aplikasi dengan manik-manik dan kulit kerang. Pakaian dengan hiasan khusus ini hanya dipergunakan dalam upacara-upacara adat tertentu. Di Pulau Sumba, kain sarung yang diberi hiasan manik-manik seperti itu hanya dipakai oleh wanita kalangan bangsawan saja. Selain terkenal dengan tenunannya, Lio juga penghasil kerajinan tembikar berupa kebutuhan rumah tangga khususnya peralatan dapur yang terbuat dari tanah liat. Ada suatu kesamaan ragam hias pada kain tenun ikat dan barang tembikar yaitu goresan garis-garis geometris seperti bentuk meander, kait, belah ketupat, tumpal, dan lainnya.
Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2010

Pencatatan Pelaku

Pelaku 1

Nama :
?
Alamat :
?
Telp/Fax/HP :
?
Email :
?

Pelaku 2

Nama :
?
Alamat :
?
Telp/Fax/HP :
?
Email :
?

Pelaku 3

Nama :
?
Alamat :
?
Telp/Fax/HP :
?
Email :
?

Pelapor Karya Budaya

Pelapor 1

Nama :
Sukubangsa Flores
Alamat :
Provinsi Nusa Tenggara Timur
Telp/Fax/HP :
?
Email :
?
Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2010
Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2010
   Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2010

WBTb yang serupa atau berkaitan

...

Tenun Ikat Ilioi

Nusa Tenggara Timur
Pencatatan

© 2018 Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya


Kontak kami

  • Alamat
    Komplek Kemdikbud Gedung E Lt 10,
    Jln. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270.
  • Email: kemdikbud.wbtb@gmail.com
  • Telp: (021) 5725047, 5725564
  • Fax: (021) 5725047