Rias Besar

Tahun
2016
Nomor Registrasi
201600348
Domain
Keterampilan dan Kemahiran Kerajinan Tradisional
Provinsi
DKI Jakarta
Responsive image
Busana dan Tata Rias Pengantin Adat Betawi adalah busana dan tata rias yang wajib digunakan oleh pasangan pangantin apabila melaksanakan pernikahan dengan tata cara adat. Dapat dikatakan sebagai penguat identitas kebetawian di tengah masyarakat megapolitan yang bhineka. Busana dan tata rias ini merupakan akumulasi percampuran pengaruh budaya Tionghoa peranakan dan Arab yang saling melengkapi, sehingga melahirkan dan memunculkan warna multikultur yang sangat kentara. Busana yang digunakan oleh pria disebut Rias Gede Dandanan Penganten Care Haji, terdiri atas :
  1. Jubah, atawe jube, yaitu pakaian luar yang longgar dan besar serta terbuka pada bagian tengah depan dari leher sampai ke bawah, dengan kepanjangan yang kira-kira tiga (3) jari dari pakaian dalamnya atau boleh juga sama panjangnya;
  2. Gamis (polos), yaitu pakaian dalam jube berwarna muda, kalem, dan lembut yang tidak terlalu kontras dengan warna jubenya;
  3. Selempang. Sebagai tanda kebesaran, dipakai di bagian dalam jube, diselempangkan pada pundak kiri menuju pinggang kanan. Ini artinya hidup manusia cenderung salah arah alias ke arah kiri, namun jalan hidup harus selalu digiring ke arah kanan, ke arah kebaikan. Lebar 15 cm, panjang 2 meter;
  4. Alpie, yaitu tutup kepale khas sorban haji setinggi 15 cm atau 20 cm, dililit sorban putih atau emas. Hiasan alpieadalah melati tige untai/ronce (bagian atasnya bunga mawar merah dan ujungnya ditutup dengan bunga cempaka);
  5. Alas kaki sepatu vantopel;
  6. Sirih dare, yaitu lima (5) sampai tujuh (7) lembar daun sirih dilipat terbalik, ujung atau batangnya tidak dibuang. Di dalamnya diselipkan bunga mawar merah dan uang sembe merupakan lambang kasih saying.
Busana yang digunakan oleh pengantin wanita disebut Rias Gede Dandanan Care None Penganten Cine, terdiri atas :
  1. Roban tipis, penutup kepala;
  2. Tuaki, yaitu baju bagian atas yang terbuat dari bahan yang gemerlap;
  3. Kun, yaitu rok bagian bawahyang dibuat agak lebar;
  4. Teratai Betawi, yaitu sebagai hiasan penutup dada dikenakan sehelai kain bertatahkan emas yang dibuat mengelilingi leher dan berkancing di belakang yang disebut delime, yaitu delapan bentuk dirangkai menjadi satu sehingga menyerupai belahan buah delima;
  5. Alas kaki, yaitu penutup kaki mempelai putri berupa selop berbentuk Perahu Kolek yang diperindah dengan tatahan emas dan manik-manik disebut Selop Kasut.
Rias kepala terdiri atas :
  1. Konde atau Sanggul Buatun;
  2. Ronce melati;
  3. Pasung cempaka;
  4. Tusuk paku 10 buah;
  5. Tusuk bunga 5 buah;
  6. Kembang goyang 16 buah;
  7. Kembang kelape 2 buah;
  8. Kembang rumput 2 buah;
  9. Burung Hong 4 buah;
  10. Sepasang sunting;
  11. Mahkota atau Sisir Galur satu buah;
  12. Siangko (sebagai penutup wajah).

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2016

Komunitas Karya Budaya

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2016

Maestro Karya Budaya

Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2016
   Disetujui Oleh admin WBTB Pada Tanggal 01-01-2016

© 2018 Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya


Kontak kami

  • Alamat
    Komplek Kemdikbud Gedung E Lt 10,
    Jln. Jenderal Sudirman Senayan Jakarta, 10270.
  • Email: kemdikbud.wbtb@gmail.com
  • Telp: (021) 5725047, 5725564
  • Fax: (021) 5725047